KATA
PENGANTAR
الرَّحِـيم
الرَّحْمـَنِ اللهِ بسْـمِ
Segala puji bagi Alloh SWT, Tuhan semesta alam. Sholawat serta salam semoga selalu
dilimpahkan kepada Rosululloh SAW dan kepada keluarganya serta para sahabatnya.
Berkat rahmat dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Kita
mohon ampun kepada Alloh untuk kita sendiri, kedua orang tua kita dan bagi kaum
muslimin dari setiap dosa berupa perkataan dan perbuatan serta bertaubat kepada-Nya
dari setiap maksiat, yaitu taubatnya seorang hamba yang tak mampu memberikan
petunjuk bagi dirinya dan yang tak dapat
menolak kesesatan dari dirinya.
Makalah
ini sangat sederhana sekali. Maka, apabila ada kesalahan dalam pembuatan makalah ini,
itu karena kebodohan penulis, tiada kata yang terindah melainkan ribuan
permohonan maaf yang sebesar–besarnya atas segala kesalahan dan kekurangannya.
Pada
akhirnya, diharapkan makalah ini menjadi manfaat bagi penulis, semua pembaca
dan seluruh ummat Nabi Muhammad SAW.
Malang,
09 september 2012
Penyusun
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR...................................................................................... 1
DAFTAR ISI..................................................................................................... 2
BAB I : PENDAHULUAN............................................................................... 3
A. Latar belakang ....................................................................................... 3
B. Rumusan masalah...................................................................................... 3
C. Tujuan...................................................................................................... 3
BAB II : PEMBAHASAN ............................................................................... 4
Riwayat hidup Imam Nasa’i................................................................................. 4
a.
perantauannya............................................................................................ 4
b.
karya-karyanya.......................................................................................... 4
c.
guru-gurunya........................................................................................... 4
d.
murid-muridnya....................................................................................... 4
e.
Kitab
dan Metode,atau karakteristik hadisnya………………………………5
f.
Kekurangan.............................................................................................. 6
g.
kelebihan
hadis ....................................................................................... 7
BAB III : PENUTUP........................................................................................ 8
A. Kesimpulan............................................................................................. 8
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ 9
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Agama islam mempunyai begitu banyak tokoh-tokoh besar,dimana mereka
menyebarkan dan memperjuangkan agamanya di seluruh penjuru dunia,dengan
pengorbanan yang teramat besar mereka rela berjuang mati-matian demi
mempertahankan dan merangkul ummat tuk memeluk agama yang benar,untuk itu
selayaknya kita mengenal dan menggetahui seluk-beluk beliau yakni para pembela
islam.
B.
Rumusan Masalah
Dalam makalah ini,kita akan membahas salah satu tokoh diantara
tokoh-tokoh besar tersebut,yaitu imam Nasa’i, yang di dalamnya akan dibahas tentang
biografi,metode penyampaian,karakteristik atau sistematik dalam hadisnya,kelemahan
dan kelebihanhadis tersebut.
C.
Tujuan
Diharapakan dengan adanya pembahasan tentang apa saja yang
berkaitan dengan tokoh imam nasa’i ini dapat dipahamai oleh mahasiswa. Semoga
pembahasan ini menambah wawasan mahasiswa tentang tokoh-tokoh besar islam dan
menjadi ilmu yang bermanfaat.
BAB 11
PEMBAHASAN
Riwayat Hidup imam Nasa’i
Nama beliau adalah Ahmad bin Syu’aib bin Ali bin Sinan bin
Bahr,yang sering dipanggil dengan nama
Abu Abdurrahman yang terkenal dengan An-Nasa’i karena dilahirkan di kota
Nasa,Khurasan pada tahun 215 H.Wajah beliau berbentuk oval dan tampan,kulitnya
berwarna sawo matang,wibawanya tinggi.Beliau menjabat sebagai hakim di mesir
dan jaksa di syam.
a.
Perantuannya
Beliau merantau pada usia 15 tahun untuk menuntut ilmu ke Irak, Syam,
Hijaz, Jazirah, Khurasan dan menetap di Mesir.Menurut Ad-Daruquthni
berkata:”Dia pakar fiqih pada masanya di Mesir.”.
b.
Karya-karyanya antara lain:
As-Sunnan as-Sughra,
As-Sunnan al-Kubra,
’Amalu al-Yaum wa al-Lailah,
Al- Dhu’afa wa al-Matrukun,dan lain-lain.
c.
Guru-guru beliau antara lain : Ishaq
bin Rahawaih,
Hisyam bin ‘Ammar,
Al-Bazzar
Qutaiban bin Said.
d.
Murid-muridnya adalah : Ad-Daulabi,
Abu Ja’far Ath-Thahawi,
Ibnu Haiwah Naisaburi,
Ath-Thabarani.
Imam Az-Zuhri menyekolahkannya kepada muslim,Abi Daud,At-Tirmidzi
dan Sauwah di Bukhara.[1]
Imam Al-Hakim Abbu Abdillah Al-Nasa’I berkata,”Tidak hanya satu
kali aku mendengar Al-Hafidz Abu Ali menyebutkan empat orang imam sebagai imam
orang-orang islam yang diketahuinya. Dia menyebutkan urutan yang pertama ialah
Abdu Al-Rahman,salah seorang hafidz yang menjadi imam,yang ahli fiqh,yang telah
menemui guru-guru terkemuka.Dia telah mengambil hadits-hadits dari Qutaibah bin
Sa’id,Ishaq bin Ibrahim,Humaid bin Mas’ad,Muhammad bin Abdu Al-A’la,Harits bin
Miskin,Muhammad bin Basyar,Mahmud bin Ghailan,Abu Daud Sulaiman bin Asy’ats
Al-Sijistani,dan lain sebagainya dari para guru yang hafidz.
Adapun orang yang mengambil hadis darinya banyak sekali,diantaranya
ialah Abu Bisyr Al-Daulabi (dia termasuk temannya),Abu Al-Qasim Al-Thabrani,Abu
ja’far Al Thahawi,dan lain sebagainya.[2]
Beliau juga seorang faqih bermahdzab syafi’I ahli ibadah,berpegang
teguh pada sunnah dan memiliki wibawa kehormatan yang besar,setelah
melaksanakan ibadah haji menetap di mekkah sampai menghadap kehadirat ilahi
pada tahun 303 H/915 M.Beliau meninggal di Ramalah dan dimakamkan di Baitul
maqdis.[3]
e. Kitab dan Metode,atau karakteristik hadisnya
Cukup banyak karangan beliau kurang lebih 15
buku,yang lebih popular adalah Assunan yang disusun seperti bab fiqh.Didalamnya
tidak ada sang perawi yang disepakati kritikus untuk di tinggalkannya.Dari segi
kualitas hadisnya terdapat hadits shahih,hasan dan dho’if.
Kebanyakan kitab karangan beliau adalah
mengenai fiqh ibadah,dan susunan dalam kitabnya telah sesuai dengan tata cara
ibadah yang kita kerjakan seperti biasanya,yaitu Bab At-Thaharah diletakkan
lebih awal daripada Bab-Bab yang lain.Seyogyanya sebelum kita melaksanakan
ibadah,hendaknya kita harus membersihkan anggota tubuh kita terlebih dahulu.Setelah
itu dilanjutkan dengan Bab-bab yang lain.Dalam kitab Shahih Sunan Nasa’i,Muhammad
Nashiruddin Al-Albani, jilid 1,di dalamnya terdapat 1815 hadis yang berisikan
tentang fiqh ibadah, Diantara kitab beliau antara lain ialah :
d Al-Sunanu Al-Kubra
Kitab yang berjudul Al-Sunanu Al-Kubra ini
setelah selesai disusun oleh Al-Nasa’i,kemudian ia menghadiahkannya kepada penguasa
negeri Ramlah.Penguasa itu bertanya kepadanya,”Apakah semua hadits yang ada di
dalam kitab ini shahih?”Dia menjawab,”Bahwa hadits yang ada dalam kitab itu ada
yang shahih,hasan,dan yang mendekati kedua-duanya.”Penguasa itu
berkata,”Pisahkanlah yang shahih dari yang lainnya,”Kemudian,Al-Nasa’i segera
merevisi kitabnya itu,sehingga menjadi sebuah kitab Al sunnan Al sughraa,yang
oleh Al Nasa’i kemudian diberi judul Al Mujtaba Min Al-Sunani.
d Al-Sunanu Al-Shugraa
Kitab Al-Sunanu Al-Shugraa ini penyusunannya
menggunakan sistematika bab-bab fiqih,sebagaimana kebanyakan kitab sunan
lainnya,ketika merevisi kitabnya,Al-Nasa’i melakukannya dengan sangat
teliti,sehingga para ulama’mengatakan,bahwa Al Sunanu Al Shugraa itu menempati
derajat sesudah Al-Bukhari dan Muslim,karena ia merupakan kitab hadits sesudah
shahih Al-bukhari dan muslim,yang muatan hadits-haditsnya yang paling sedikit
hadits dhaifnya,oleh karena itu,dapat diketahui bahwa hadits dalam kitab Al
Sunanu Al-Shugraa yang dikritik oleh Abu al Faraj ibnu Al Zauji sebagai hadits
maudhu’ adalah sedikit sekali,yaitu hanya 10 hadits.Dan kritikan terhadap
kesepuluh hadits tersebut masih belum bisa diterima kebenarannya,karena Al
Suyuti telah menentangnya jika sebagian besar hadits tersebut dikatakan
maudhu’.
Kitab Al-Sunanu Al-Shugraa bermuatan
hadits-hadits shahih,hasan,dan dhaif,tetapi yang dhaif jumlahnya relatif
sedikit sekali.
Jalaludin Al-Suyuti telah menyusun kitab syarah
Sunan Al-Nas’i.dan kitab ini telah di ta’liq dan diberi catatan kaki oleh Abu
Al-Hasan Muhammad Shadiq bin Abdu Al-Hadi Al-Sindi.[4]
Menuju ke Syam menjelang wafatnya,dihadapan masyarakat dia berfatwa
dan menjunjung muawiyah,dan mengarang kitab khashaishu ‘Ali,kemudian mengarang
lagi fadhail as-Shahabah,agar tidak disangka penyebar isu bahwa dia tidak
menyebut keutamaan muawiyah,sebagaimana dikatakan kepada sahabatnya bahwa dia
tidak pernah meriwayatkan dari muawiyah,tapi dia tidak membantahnya.Kemudian
ditentang oleh penduduk Syam agar supaya dibawa ke Mekkah.Akhirnya beliau Wafat
di Mekkah pada tahun 303 H pada usia 88 tahun,dan dimakamkan di Mekkah yaitu
antara bukit Shafa dan Marwah.[5]
f.
kelemahan – kelemahannya
Dalam karya imam Nasa’i. Menurut
Ibnu Katsir terdapat 3 aspek kelemahan
yang mendasar yaitu :
1)
Terdapat
orang-orang yang digolongkan majhul
Dalam jajaran rijalul-hadis sepanjang koleksi Sunan
al-Nasa’i terdapat orang-orang yang digolongkan majhul (tidak dikenal pribadi
dan keahliannya) dan terdapat pula perawi yang majruh (ternoda sifat keadilan
pribadinya).[6]
2)
Banyak
perawi thabaqah ketiga yang menjadi pendukung sanad hadis-hadis inti (hadis
referensi utama bagi materi yang bersangkutan) dan justru terdiri atas perawi
yang ramai diperdebatkan ulama segi diterima atau di tolak periwayatannya,
antara lain oleh Mu’awiyah bin Yahya al-Sadafi, Ishaq bin Yahya al-Kilbi dan
Musanna bin Ansabah dan lain-lain.[7]
g.kelebihan-kelebihannya
sedangkan untuk kelebihan-kelebihan
dalam kitab yang dikarang oleh imam Nasa’i diantara ialah :
1)
Sebagaimana
yang kemukakan oleh Abu Ali al-Naisaburi,imam Nasa’I cenderung lebih hati-hati
dan lebih ketat dari pada cara yang ditempuh oleh Imam Muslim, meskipun
pendapat ini ditentang oleh ulama yang lain.
2)
Sedikit
jumlah perawi yang dicurigai lemah.
intinya sunan al-Nasa’I adalah kitab Hadits yang paling
sedikit hadis-hadis dha’ifnya setelah sahih al-Bukhari dan sahih Muslim.[8]
3)
Dalam kitab As Sunnan Al kubra
memuat lebih dari 20 kitab (judul pembahasan) yang tidak disebutkan dalam kitab
Al Mujtaba .
Ketika kitab As-Sunnan Al Kubra dan kitab Al Mujtaba
dikomparasikan,maka ada beberapa hal yang tidak disebutkan dalam Al
Mujtaba,tetapi disebutkan dalam As- Sunnan Al kubra,namun hal ini tidak
selamanya begitu,karena imam An Nas’I telah mencantumkan beberapa ta’liq dan
beberapa hadits dalam Al Mujtaba yang tidak dicantumkan dalam kitab As-sunan Al
kubra.[9]
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Imam Nasa’i adalah seorng syaikh yang berwibawa,dan begitu banyak
kiab yang beliau karang,khususnya dalam hal fiqh ibadah,kebanyakan hadist yang
beliau akan adalah shahih,hasan,dhaif,namun lebih sedikit hadits dho’ifnya,
karena beliau cukup teliti dalam memilah para perowi hadits
Imam Nasa’I selain mempunyai ilmu yang sangat dalam,beliau juga
seorang yang mutqin,pandai,kritikus perawi hadits dan mempunyai karya dengan
sususnan yang baik.Beliau menuntut ilmu di
Khurasan,Hijaz,Mesir,Irak,Jazirah,Syam dan Tsaghur dan pada akhirnya menetap di
Mesir,sehingga banyak ulama khufadz yang mengunjunginya.
Dalam karangan
hadits beliau terdapat kelemahannya,seperti terdapat
orang-orang yang digolongkan majhul, Banyak perawi thabaqah ketiga dan lain
sebagainya.
Mungkin hanya
ini yang dapat kami sajikan,kami harapkan kiranya memberikan koreksi yang
bersifat membangun demi menyempurnakan makalah ini. Dan apabila ada kesalahan
dalam membuat makalah ini, maka penulis mohon maaf yang sebesar–besarnya atas
segala kesalahan-kesalahan penulis.
Dan semoga makalah ini memberikan manfaat khususnya bagi penulis dan para
pembaca pada umumnya, Amin ...!
Alimi,Ibnu Ahmad.2008.Tokoh dan Ulama Hadits.Sidoarjo:Kelompok
Masmedia Buana Pustaka.
Khon, Abdul Majid.2008.Ulumul Hadits.Jakarta:Amzah.
Mursi,Syaikh Muhammad Sa’id.2007.Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang
Sejarah,Jakarta Timur:Pustaka Al-Kautsar.
Farid,Syaikh Ahmad.2006.60 Biografi Ulama Salaf.Jakarta
Timur:Pustaka Al-Kautsar.
Al-albani,Muhammad Nashiruddin.2004.Shahih Sunan
Nas’i.Jakarta:Pustaka Azzam.
http://www.Muhyi-Quran wa shalawat.414Blogspot Kitab Sunan Al Nas’i.
[1]
Tokoh-tokoh
besar islam sepanjang sejarah,Syaikh Muhammad Said Mursi,hal:353
[2]
Ilmu ushul hadis,Prof.Dr.Muhammad Alawi Al-Maliki, hal:284
[3]
Ulumul hadis,Dr.H.Abdul Majid Khon,M.Ag,hal:263
[4]
Ibnu ahmad alimi,Tokoh dan ulama hadis
[5]
Ulumul hadis,Dr.H.Abdul majid khon,hal:264
[6]
Tuhfah al- Ahwazdi ,Al-Mubarakfuri,juz I
hal:131
[7]
Manahij al-Muhadditsin al-‘Am wal-Khash,al-Biqa’I.hal:114
[8]
Tuhfah al- Ahwazdi ,Al-Mubarakfuri,juz I
hal:131
[9]
60 biografi ulama salaf,Syaikh Ahmad farid:587
Tidak ada komentar:
Posting Komentar