Sabtu, 24 November 2012

Biografi Imam Nasa'i


KATA PENGANTAR
الرَّحِـيم الرَّحْمـَنِ اللهِ بسْـمِ
Segala puji bagi Alloh SWT, Tuhan semesta alam. Sholawat serta salam semoga selalu dilimpahkan kepada Rosululloh SAW dan kepada keluarganya serta para sahabatnya. Berkat rahmat dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah ini.
            Kita mohon ampun kepada Alloh untuk kita sendiri, kedua orang tua kita dan bagi kaum muslimin dari setiap dosa berupa perkataan dan perbuatan serta bertaubat kepada-Nya dari setiap maksiat, yaitu taubatnya seorang hamba yang tak mampu memberikan petunjuk bagi dirinya dan yang tak dapat  menolak kesesatan dari dirinya.
            Makalah ini sangat sederhana sekali. Maka, apabila ada kesalahan dalam pembuatan makalah ini, itu karena kebodohan penulis, tiada kata yang terindah melainkan ribuan permohonan maaf yang sebesar–besarnya atas segala kesalahan dan kekurangannya.
            Pada akhirnya, diharapkan makalah ini menjadi manfaat bagi penulis, semua pembaca dan seluruh ummat Nabi Muhammad SAW.








                                                                                    Malang, 09 september 2012



                                                                                                Penyusun


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................... 1
DAFTAR ISI..................................................................................................... 2                        
BAB I : PENDAHULUAN............................................................................... 3                        
A. Latar belakang   ....................................................................................... 3
B. Rumusan masalah...................................................................................... 3                        
C. Tujuan...................................................................................................... 3                 
BAB II : PEMBAHASAN ............................................................................... 4                             
Riwayat hidup Imam Nasa’i................................................................................. 4                        
a.  perantauannya............................................................................................ 4                        
b. karya-karyanya.......................................................................................... 4
c.       guru-gurunya........................................................................................... 4
d.      murid-muridnya....................................................................................... 4
e.       Kitab dan Metode,atau karakteristik hadisnya………………………………5
f.        Kekurangan.............................................................................................. 6
g.       kelebihan hadis ....................................................................................... 7
BAB III : PENUTUP........................................................................................ 8                        
A.     Kesimpulan............................................................................................. 8                        
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ 9                        



BAB 1
PENDAHULUAN

A.     Latar belakang
Agama islam mempunyai begitu banyak tokoh-tokoh besar,dimana mereka menyebarkan dan memperjuangkan agamanya di seluruh penjuru dunia,dengan pengorbanan yang teramat besar mereka rela berjuang mati-matian demi mempertahankan dan merangkul ummat tuk memeluk agama yang benar,untuk itu selayaknya kita mengenal dan menggetahui seluk-beluk beliau yakni para pembela islam.
B.     Rumusan Masalah
Dalam makalah ini,kita akan membahas salah satu tokoh diantara tokoh-tokoh besar tersebut,yaitu imam Nasa’i, yang di dalamnya akan dibahas tentang biografi,metode penyampaian,karakteristik atau sistematik dalam hadisnya,kelemahan dan kelebihanhadis tersebut.
C.      Tujuan
Diharapakan dengan adanya pembahasan tentang apa saja yang berkaitan dengan tokoh imam nasa’i ini dapat dipahamai oleh mahasiswa. Semoga pembahasan ini menambah wawasan mahasiswa tentang tokoh-tokoh besar islam dan menjadi ilmu yang bermanfaat.
       











BAB 11
PEMBAHASAN

Riwayat Hidup imam Nasa’i
Nama beliau adalah Ahmad bin Syu’aib bin Ali bin Sinan bin Bahr,yang  sering dipanggil dengan nama Abu Abdurrahman yang terkenal dengan An-Nasa’i karena dilahirkan di kota Nasa,Khurasan pada tahun 215 H.Wajah beliau berbentuk oval dan tampan,kulitnya berwarna sawo matang,wibawanya tinggi.Beliau menjabat sebagai hakim di mesir dan jaksa di syam.
a.    Perantuannya
Beliau merantau pada usia 15 tahun untuk menuntut ilmu ke Irak, Syam, Hijaz, Jazirah, Khurasan dan menetap di Mesir.Menurut Ad-Daruquthni berkata:”Dia pakar fiqih pada masanya di Mesir.”.
b.    Karya-karyanya antara lain: As-Sunnan as-Sughra,
As-Sunnan al-Kubra,
’Amalu al-Yaum wa al-Lailah,
Al- Dhu’afa wa al-Matrukun,dan lain-lain.
c.    Guru-guru beliau antara lain : Ishaq bin Rahawaih,
Hisyam bin ‘Ammar,
Al-Bazzar  
Qutaiban bin Said.
d.    Murid-muridnya adalah : Ad-Daulabi,
Abu Ja’far Ath-Thahawi,
Ibnu Haiwah Naisaburi,
Ath-Thabarani.
Imam Az-Zuhri menyekolahkannya kepada muslim,Abi Daud,At-Tirmidzi dan Sauwah di Bukhara.[1]
Imam Al-Hakim Abbu Abdillah Al-Nasa’I berkata,”Tidak hanya satu kali aku mendengar Al-Hafidz Abu Ali menyebutkan empat orang imam sebagai imam orang-orang islam yang diketahuinya. Dia menyebutkan urutan yang pertama ialah Abdu Al-Rahman,salah seorang hafidz yang menjadi imam,yang ahli fiqh,yang telah menemui guru-guru terkemuka.Dia telah mengambil hadits-hadits dari Qutaibah bin Sa’id,Ishaq bin Ibrahim,Humaid bin Mas’ad,Muhammad bin Abdu Al-A’la,Harits bin Miskin,Muhammad bin Basyar,Mahmud bin Ghailan,Abu Daud Sulaiman bin Asy’ats Al-Sijistani,dan lain sebagainya dari para guru yang hafidz.
Adapun orang yang mengambil hadis darinya banyak sekali,diantaranya ialah Abu Bisyr Al-Daulabi (dia termasuk temannya),Abu Al-Qasim Al-Thabrani,Abu ja’far Al Thahawi,dan lain sebagainya.[2]
Beliau juga seorang faqih bermahdzab syafi’I ahli ibadah,berpegang teguh pada sunnah dan memiliki wibawa kehormatan yang besar,setelah melaksanakan ibadah haji menetap di mekkah sampai menghadap kehadirat ilahi pada tahun 303 H/915 M.Beliau meninggal di Ramalah dan dimakamkan di Baitul maqdis.[3]
e.    Kitab dan Metode,atau karakteristik hadisnya
Cukup banyak karangan beliau kurang lebih 15 buku,yang lebih popular adalah Assunan yang disusun seperti bab fiqh.Didalamnya tidak ada sang perawi yang disepakati kritikus untuk di tinggalkannya.Dari segi kualitas hadisnya terdapat hadits shahih,hasan dan dho’if.
Kebanyakan kitab karangan beliau adalah mengenai fiqh ibadah,dan susunan dalam kitabnya telah sesuai dengan tata cara ibadah yang kita kerjakan seperti biasanya,yaitu Bab At-Thaharah diletakkan lebih awal daripada Bab-Bab yang lain.Seyogyanya sebelum kita melaksanakan ibadah,hendaknya kita harus membersihkan anggota tubuh kita terlebih dahulu.Setelah itu dilanjutkan dengan Bab-bab yang lain.Dalam kitab Shahih Sunan Nasa’i,Muhammad Nashiruddin Al-Albani, jilid 1,di dalamnya terdapat 1815 hadis yang berisikan tentang fiqh ibadah, Diantara kitab beliau antara lain ialah :
d Al-Sunanu Al-Kubra
Kitab yang berjudul Al-Sunanu Al-Kubra ini setelah selesai disusun oleh Al-Nasa’i,kemudian ia menghadiahkannya kepada penguasa negeri Ramlah.Penguasa itu bertanya kepadanya,”Apakah semua hadits yang ada di dalam kitab ini shahih?”Dia menjawab,”Bahwa hadits yang ada dalam kitab itu ada yang shahih,hasan,dan yang mendekati kedua-duanya.”Penguasa itu berkata,”Pisahkanlah yang shahih dari yang lainnya,”Kemudian,Al-Nasa’i segera merevisi kitabnya itu,sehingga menjadi sebuah kitab Al sunnan Al sughraa,yang oleh Al Nasa’i kemudian diberi judul Al Mujtaba Min Al-Sunani.

d Al-Sunanu Al-Shugraa
Kitab Al-Sunanu Al-Shugraa ini penyusunannya menggunakan sistematika bab-bab fiqih,sebagaimana kebanyakan kitab sunan lainnya,ketika merevisi kitabnya,Al-Nasa’i melakukannya dengan sangat teliti,sehingga para ulama’mengatakan,bahwa Al Sunanu Al Shugraa itu menempati derajat sesudah Al-Bukhari dan Muslim,karena ia merupakan kitab hadits sesudah shahih Al-bukhari dan muslim,yang muatan hadits-haditsnya yang paling sedikit hadits dhaifnya,oleh karena itu,dapat diketahui bahwa hadits dalam kitab Al Sunanu Al-Shugraa yang dikritik oleh Abu al Faraj ibnu Al Zauji sebagai hadits maudhu’ adalah sedikit sekali,yaitu hanya 10 hadits.Dan kritikan terhadap kesepuluh hadits tersebut masih belum bisa diterima kebenarannya,karena Al Suyuti telah menentangnya jika sebagian besar hadits tersebut dikatakan maudhu’.
Kitab Al-Sunanu Al-Shugraa bermuatan hadits-hadits shahih,hasan,dan dhaif,tetapi yang dhaif jumlahnya relatif sedikit sekali.
Jalaludin Al-Suyuti telah menyusun kitab syarah Sunan Al-Nas’i.dan kitab ini telah di ta’liq dan diberi catatan kaki oleh Abu Al-Hasan Muhammad Shadiq bin Abdu Al-Hadi Al-Sindi.[4]
Menuju ke Syam menjelang wafatnya,dihadapan masyarakat dia berfatwa dan menjunjung muawiyah,dan mengarang kitab khashaishu ‘Ali,kemudian mengarang lagi fadhail as-Shahabah,agar tidak disangka penyebar isu bahwa dia tidak menyebut keutamaan muawiyah,sebagaimana dikatakan kepada sahabatnya bahwa dia tidak pernah meriwayatkan dari muawiyah,tapi dia tidak membantahnya.Kemudian ditentang oleh penduduk Syam agar supaya dibawa ke Mekkah.Akhirnya beliau Wafat di Mekkah pada tahun 303 H pada usia 88 tahun,dan dimakamkan di Mekkah yaitu antara bukit Shafa dan Marwah.[5]
f.        kelemahan – kelemahannya
Dalam karya imam Nasa’i. Menurut Ibnu Katsir terdapat  3 aspek kelemahan yang mendasar yaitu :
1)      Terdapat orang-orang yang digolongkan majhul
Dalam jajaran rijalul-hadis sepanjang koleksi Sunan al-Nasa’i terdapat orang-orang yang digolongkan majhul (tidak dikenal pribadi dan keahliannya) dan terdapat pula perawi yang majruh (ternoda sifat keadilan pribadinya).[6]
2)      Banyak perawi thabaqah ketiga yang menjadi pendukung sanad hadis-hadis inti (hadis referensi utama bagi materi yang bersangkutan) dan justru terdiri atas perawi yang ramai diperdebatkan ulama segi diterima atau di tolak periwayatannya, antara lain oleh Mu’awiyah bin Yahya al-Sadafi, Ishaq bin Yahya al-Kilbi dan Musanna bin Ansabah dan lain-lain.[7]

g.kelebihan-kelebihannya
sedangkan untuk kelebihan-kelebihan dalam kitab yang dikarang oleh imam Nasa’i diantara ialah :
1)      Sebagaimana yang kemukakan oleh Abu Ali al-Naisaburi,imam Nasa’I cenderung lebih hati-hati dan lebih ketat dari pada cara yang ditempuh oleh Imam Muslim, meskipun pendapat ini ditentang oleh ulama yang lain.

2)      Sedikit jumlah perawi yang dicurigai lemah.

intinya sunan al-Nasa’I adalah kitab Hadits yang paling sedikit hadis-hadis dha’ifnya setelah sahih al-Bukhari dan sahih Muslim.[8]

3)      Dalam kitab As Sunnan Al kubra memuat lebih dari 20 kitab (judul pembahasan) yang tidak disebutkan dalam kitab Al Mujtaba .
Ketika kitab As-Sunnan Al Kubra dan kitab Al Mujtaba dikomparasikan,maka ada beberapa hal yang tidak disebutkan dalam Al Mujtaba,tetapi disebutkan dalam As- Sunnan Al kubra,namun hal ini tidak selamanya begitu,karena imam An Nas’I telah mencantumkan beberapa ta’liq dan beberapa hadits dalam Al Mujtaba yang tidak dicantumkan dalam kitab As-sunan Al kubra.[9]











BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Imam Nasa’i adalah seorng syaikh yang berwibawa,dan begitu banyak kiab yang beliau karang,khususnya dalam hal fiqh ibadah,kebanyakan hadist yang beliau akan adalah shahih,hasan,dhaif,namun lebih sedikit hadits dho’ifnya, karena beliau cukup teliti dalam memilah para perowi hadits
Imam Nasa’I selain mempunyai ilmu yang sangat dalam,beliau juga seorang yang mutqin,pandai,kritikus perawi hadits dan mempunyai karya dengan sususnan yang baik.Beliau menuntut ilmu di Khurasan,Hijaz,Mesir,Irak,Jazirah,Syam dan Tsaghur dan pada akhirnya menetap di Mesir,sehingga banyak ulama khufadz yang mengunjunginya.
Dalam karangan hadits beliau terdapat kelemahannya,seperti terdapat orang-orang yang digolongkan majhul, Banyak perawi thabaqah ketiga dan lain sebagainya.

Mungkin hanya ini yang dapat kami sajikan,kami harapkan kiranya memberikan koreksi yang bersifat membangun demi menyempurnakan makalah ini. Dan apabila ada kesalahan dalam membuat makalah ini, maka penulis mohon maaf yang sebesar–besarnya atas segala kesalahan-kesalahan penulis.
Dan semoga makalah ini memberikan manfaat khususnya bagi penulis dan para pembaca pada umumnya, Amin ...!












DAFTAR PUSTAKA

Alimi,Ibnu Ahmad.2008.Tokoh dan Ulama Hadits.Sidoarjo:Kelompok Masmedia Buana Pustaka.
Khon, Abdul Majid.2008.Ulumul Hadits.Jakarta:Amzah.
Mursi,Syaikh Muhammad Sa’id.2007.Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah,Jakarta Timur:Pustaka Al-Kautsar.
Farid,Syaikh Ahmad.2006.60 Biografi Ulama Salaf.Jakarta Timur:Pustaka Al-Kautsar.
Al-albani,Muhammad Nashiruddin.2004.Shahih Sunan Nas’i.Jakarta:Pustaka Azzam.
http://www.Muhyi-Quran wa shalawat.414Blogspot Kitab Sunan Al Nas’i.


[1] Tokoh-tokoh besar islam sepanjang sejarah,Syaikh Muhammad Said Mursi,hal:353
[2] Ilmu ushul hadis,Prof.Dr.Muhammad Alawi Al-Maliki, hal:284
[3] Ulumul hadis,Dr.H.Abdul Majid Khon,M.Ag,hal:263
[4] Ibnu ahmad alimi,Tokoh dan ulama hadis
[5] Ulumul hadis,Dr.H.Abdul majid khon,hal:264
[6] Tuhfah  al- Ahwazdi ,Al-Mubarakfuri,juz I hal:131
[7] Manahij al-Muhadditsin al-‘Am wal-Khash,al-Biqa’I.hal:114
[8] Tuhfah  al- Ahwazdi ,Al-Mubarakfuri,juz I hal:131
[9] 60 biografi ulama salaf,Syaikh Ahmad farid:587